Thursday, April 23, 2015

Konversi Notasi Infix Menjadi Postfix Menggunakan Pascal

Dear, Readers,

Beberapa hari ini (cuma seminggu, si :p) saya disibukan dengan tugas mengkonversi notasi infix menjadi postfix menggunakan bahasa pascal. Untungnya dengan bantuan beberapa teman program ini dapat diselesaikan. hihi

Sebenarnya ada banyak program di internet yang sudah jadi, namun kebanyakan memeanfaatkan fungsi dan prosedur, yang mungkin akan sulit dipahami pemula. Jadi dalam post ini saya akan sekedar share soal program yang telah kami buat.


Well, suatu program tidak akan berjalan mulus tanpa algoritma yang oke.

Berikut algoritma konversi infix menjadi postfix secara singkat.
  • Jika bertemu '(',
    • Push / masukan simbol '(' ke dalam stack.
  • Jika bertemu ')'
    • Pop / keluarkan satu-persatu elemen dalam stack secara terurut mulai dari posisi teratas sampai dengan terbawah.
  • Jika bertemu Operator (^,*,/,+,-),
    • Push / masukan  elemen ke dalam stack.
    • Namun, Perlu diperhatikan jika elemen baru yang akan dimasukan tingkatannya (prioritas) lebih rendah atau sama dengan dari elemen yang sudah ada di posisi teratas stack, maka pop dahulu elemen yang ada dalam stack, hingga prioritas elemen baru tidak lebih tinggi dari elemen top (paling atas).
  • Jika operand (katakanlah, huruf, alfabet, variabel),
    • Langsung cetak operand tersebut.
  • Jika bertemu ';',
    • Pop semua elemen dalam stack secara terurut mulai dari posisi teratas sampai bawah.

Berikut Source Code programnya:





testing..

Download Source Code via Google Drive

Catatan:
  • Jika dijalankan via Free Pascal IDE muncul errorcode 201. << ini saya belum tahu deh cara perbaikannya.
  • Maaf konversi otomatis di blog ini belum di disable, jadi mungkin beberapa script masih terhalang emoticon.
  • Sementara ini logika per sintaks belum sempat saya jelaskan secara lengkap.
  • Thx to FPC, Notepad++, github, dll

Wednesday, April 8, 2015

Kepemimpinan

  1. Pengertian Kepemimpinan

  2. Kepemimpinan muncul seiring dengan peradaban manusia, awalnya manusia berkumpul bersama kemudian bekerja bersama-sama untuk mempertahannya keberlangsungan hidupnya menentang kebuasan binatang dan alam disekitarnya. Pada masa itu seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin adalah orang-orang yang paling kuat, paling cerdas, dan paling berani. Tidak berbeda dengan zaman modern, pemimpin dan kepemimpinan di manapun juga dan kapanpun juga selalu diperlukan.

    Sebelum memahami apa yang dimaksud dengan kepemimpinan ada baiknya mengetahui terlebih dahulu arti pemimpin (leader). Kepemimpinan dilakukan oleh seorang pemimpin dan seorang pemimpin mengemban tugas dengan beraktivitas untuk melaksanakan kepemimpinan tersebut. Ada banyak sekali definisi dari kata ‘pemimpin’, misalnya:

    1. Henry Pratt Fairchild (dalam Kartono, 1998) menyatakan: 
      Pemimpin dalam pengertian luas ialah seorang yang memimpin, dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha / upaya orang lain, melalui prestise, kekuasaan, atau posisi. Dalam pengertian yang terbatas pemimpin ialah seorang yang membimbing dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya, dan akseptansi / penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

    2. John Gage Allee (dalam Kartono, 1998) menyatakan: “Leader.. a guide; a conductor; a commander;” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).

    3. Menurut Kartono (1998: 33):
      Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

    Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin ialah seseorang yang memiliki kelebihan di satu bidang, yang dapat memandu, mengorganisir, mengontrol upaya orang lain demi pencapaian suatu tujuan tertentu.

    Sedangkan ada beberapa definisi dari kepemimpinan, diantaranya:

    1. Menurut Richard L. Daf (2005: 5) yang mendefinisikan: Kepemimpinan (leadership) adalah suatu pengaruh yang berhubungan antara para pemimpin dan pengikut (followers).

    2. Kemudian Gibson menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan.

    3. Yukl dalam bukunya mendefinisikan pemimpin sebagai proses untuk memengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.

    Jika dipadukan, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan hubungan antara seorang pemimpin dengan pengikutnya, dalam hal ini pemimpin mengupayakan agar pengikutnya paham dan setuju dengan tugas yang diberikan dan bagaimana tugas tersebut dilakukan secara efektif demi tercapainya suatu tujuan.

    Di dalam suatu organisasi beberapa fungsi kepemimpinan, antara lain:

    1. Memprakarsai struktur organisasi,
    2. Menjaga adanya kordinasi dan integritas organisasi,
    3. Merumuskan tujuan institusional atau organisasioinal, dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien untuk mencapai tujuan tersebut,
    4. Mempengaruhi pertentangan dan konflik-konflik yang muncul, dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang,
    5. Mengadaka revisi, perubahan, inovasi pengembangan, dan penyempurnaan dalam organisasi.

    Terdapat beberapa metode kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin dalam membimbing para pengikutnya untuk melakukan sesuatu, sehingga diharapkan dapat membantu keberhasilan pemimpin dalam melakukan tugas-tugasnya, sekaligus dapat memperbaiki prilaku dan kualitas kepemimpinannya. Beberapa diantarnya menurut Ordway Tead (dalam Kartono, 1998) sebagai berikut:

    1. Memberi Perintah,
    2. Memberi celaan dan pujian,
    3. Memupuk tingkah laku pribadi pemimpin yang benar
    4. Peka terhadap saran-saran
    5. Memperkuat rasa kesatuan kelompok
    6. Menciptakan disiplin diri dan disiplin kelompok
    7. Meredam kabar agin dan issue-issue yang tidak benar




  3. Tipologi Kepemimpinan

  4. Berikut beberapa pengelompokan tipe kepemimpinan menurut beberapa kelompok sarjana (dalam Kartono: 1998):
    1. Tipe Karismatis
    2. Tipe kepemimpinan ini mempunyai daya tarik dan wibawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain. Tokoh-tokohnya antara lain: Sukarno, Jengis Khan, Gandhi, dll 

    3. Tipe Paternalistis dan maternalistis
    4. Tipe ini merupakan tipe kepemimpinan yang kebapakan dan keibuan, menganggap pengikutnya sebagai anaknya sendiri yang belum dewasa dna perlu dikembangkan, cenderung melindungi, jarang memberi kesempatan untuk mengambil keputusan dan inisiatif terhadap bawahan, bersikap maha-tau dan maha-benar. 

    5. Tipe militeristis
    6. Bersifat kemiliteran, mirip dengan tipe otoriter, banyak menggunakan sistem komando / perintah, menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, menyenangi formalitas, menuntut adanya disiplin keras, tidak menghendaki saran, usul, sugesti dan kritik dari pengikutnya, komunikasi hanya berlangsung searah. 

    7. Tipe Otokratis/Otoritatif
    8. Autos = sendiri, kratos = kekuasaan, otokrat berarti penguasa absolut. Cenderung mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi. 

    9. Tipe Laisser Faire
    10. Tipe kepemimpinan ini pada hakikatnya bukan seorang pemimpin dalam arti sebenarnya. Kepemimpinan ini membiarkan pengikutnya berbuat semau sendiri, tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri, tidak ada koordinasi kerja, dan tidak berdaya sama sekal dalam menciptakan situasi kerja yang kooperatif. Sehingga kelompok yang dipimpinnya tidak terkontrol, dan tanpa disiplin. 

    11. Tipe Populis
    12. Profesor Peter Worsley dalam bukunya The Third Wold mendefinisikan kepemimpinan ini sebagai kepemimpinan yang dapat membangun solidaritas rakyat, yang menekankan kesatuan nasional, nasionalisme, dan sikap yang berhati-hati terhadap kolonialisme dan penindasan serta penguasaan oleh kekuatan-kekuatan asing (luar negeri). 

    13. Tipe Administratif
    14. Merupakan tipe kepemimpinan yang mampu melaksanakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis dan perkembangan sosial di tengah masyarakat. 

    15. Tipe Demokratis (Group developer)
    16. Kepemimpinan ini berorientasi kepada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien pada pengikutnya. Kepemimpinan ini menghargai potensi setiap individu dan mau mendengarkan nasihat dan sugesti dari bawahan. Kekuatan kepemimpinan ini terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.



  5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan


  6. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kepemimpinan:

    1. Pemimpin. Dalam kaitannya dengan Kepemimpinan, Pemimpin memang merupakan faktor penting dari Proses Kepemimpinan itu sendiri. Pemimpin harus mengerti apa yang harus dia tahu dan apa yang harus dia perbuat,

    2. Pengikut (Followers) Pengikut merupakan salah satu faktor kepemimpinan yang membuat Faktor pertama itu ada. Karena tanpa adanya Pengikut, otomatis Pemimpin pun tak ada. Oleh karena itu Faktor Kepemimpinan dalam Pengikut ini lebih cenderung pengertian akan apa saja yang Followers inginkan sehingga sebuah satuan fungsi manajemen bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Serta ada pula yang mengatakan kalau berbeda Pemimpin maka berbeda pula gaya kepemimpinannya. Oleh karena itu Pengikut disini memang harus menyesuaikannya dengan cepat.

    3. Komunikasi Salah satu hal yang menjembatani antara Pemimpin dan Pengikut adalah proses Komunikasi itu sendiri. Dengan adanya komunikasi. Hubungan kerja antara dua belah pihak baik atasan maupun bawahan dapat sinergis dan berjalan sesuai dengan apa yang telah dirancangkan sebelumnya.

    4. Situasi Dalam sebuah situasi tertentu, terkadang kita diharusnkan untuk bertindak secara cepat dan refleks untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu kondusifitas situasi antara Atasan dan Bawahan memang harus saling dikuatkan agara selalu terjadi kondisi situasi yang nyaman dan kondusif.




  7. Implikasi manajerial kepemimpinan terhadap organisasi

    Menurut Kartono (1998) Organisasi merupakan sistem kegiatan terkoordinasi dari kelompok yang bekerja sama mengarah pada tujun bersama, di bawah kewenangan dan kepemimpinan. Sementara kunci dari koordinasi dan kerja sama dalam kelompok tentunya dipengaruhi oleh kepemimpinan yang ada dalam organisasi tersebut. 

    Kepemimpinan dalam organisasi berfungsi sebagai penggerak, koordinator dari sumber daya manusia, sumber daya alam, semua dana, dan sarana dalam organisasi. 

  8. Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan, segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah karena diputuskan demikian, bukan karena secara kebetulan terjadi. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yang diambilnya meskipun keputusan tersebut bersifat umum.

    Kepemimpinan yang efektif akan dapat mempengaruhi dan menggerakkan perilaku anggota organisasi untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Referensi:
  • Gary Yukl, Kepemimpinan Dalam Organisasi, Edisi kelima, Jakarta: PT Indeks kelompok GRAMEDIA, 2005.

Tuesday, March 17, 2015

My First Motorcycle Jupiter Z 2008


Here it is, one of my realiable friends. :D

(Apa sih yang mau kamu ceritakan? Hah?)

Hai, ini aku teman setia si pemilik blog (semoga). Aku dirakit di tahun 2008, lho. Dipersenjatai mesin 113cc, Transmisi empat percepatan, dan desain yang seperti burung hantu oleh Yamaha. Karena desain burung hantu ini, kadang panggilanku Jupiter Burhan (BURung HANtu, wkwk).

Aku sempat dipakai seseorang hingga akhirnya dijual. Untungnya hari itu, setelah dipajang sekian lama, sekitar tahun 2011, seseorang Bapak dan anaknya datang mengunjungiku. Waktu itu banyak motor-motor lain yang spesifikasinya lebih baik dipajang di sisi ku, misalnya Jupiter MX yang cc nya lebih besar, kopling manual, dan bentuk desain yang sporty, ada juga motor matic seperti vario 110 lama yang dipersenjatai mesin 110cc liquid cooler, beat, spacy, dll yang memang di masa itu sedang 'hits' nya.

Setelah bercakap-cakap, mereka (Bapak & Anak) memilihku. Bapak itu mencoba berkenalan dengan sifat dan karakterku untuk dua putaran test-ride. Anaknya? Anak itu hanya duduk-duduk memandangi motor lain, huh. Tapi meskipun begitu, aku lah yang akhirnya dibawa pulang. Dan anak itu tetap memilih untuk tidak mengendaraiku, takut jatuh katanya, memang yang kulihat caranya mengendarai Kharisma 125 masih 'kagok'. Aku sempat dimanjakan dahulu di bengkel. Baru kemudian benar-benar dibawa pulang dan diperkenalkan kepada keluarga bapak itu. Waktu itu mereka sekeluarga hanya bertiga, namun 10 bulan yang lalu anggota keluarga mereka bertambah, lucu sekali.


^^ Mungkin iklan ini yang memikat si Bapak : ))

Beberapa hari aku hanya diparkirkan di rumah nya saja dengan sesekali dipanasi. Selang dua hari, pagi itu sang anak mencoba mengendaraiku ke sekolahnya. Setelah siap berangkat, Bapak itu memutuskan ikut mengantar si anak dan aku untuk ke sekolah, takut kenapa-kenapa, katanya. Aku pun dikendarainnya dengan pelan, kadang polisi tidur tidak diperhatikannya, walhasil dengan suspensi yang karakternya keras cukup menyiksanya, sepertinya.

Setibanya di sekolah, masih sepi, aku diparkirkannya dengan susah payah, menurutnya aku lebih berat dibanding sang Kharisma. tepat jam tiga, anak itu kembali mengendaraiku pulang ke rumah, sempat dikomentari temannya, mulai dari posisi berkendaranya yang kaku, aku yang mulus (cie), dan lampu yang belum menyala untuk menghindari razia. :D

Aku biasa diparkir di sini, lho. Rumahnya sempit :p

Setibanya di rumah, aku kembali diparkirkannya dengan hati-hati dan susah payah. Ibunya terus bertanya bagaimana si anak hari ini. Anak itu mengeluh tangannya pegal, hahaha amatir. Begitulah kegiatanku sehari-hari semenjak dibawa pulang dari sorum motor bekas. Saat berkendara denganku anak itu pernah beberapa kali ditilang dan memilih jalan damai. huuu, hahaha.

Semakin lama, anak itu semakin berani mengeksplorasi kelebihan dan kekuranganku, sepertinya anak itu cukup puas. Katanya aku cukup stabil dan menyenangkan dikendarai di jalan yang mulus. tetapi, di jalan yang kasar, ia masih saja mengeluh hingga sekarang. Kasihan.

Selama (2015-2011 = ...) +-3 tahun ini aku pernah menemaninya menjelajahi 1/5 Jakarta, pernah bocor ban 2 kali (untungnya) dan mogok 2 kali. Untungnya keduanya mogok disaat mengantar pulang dan di sore hari, jadi, masih mudah mencari bantuan :D. Aku pernah jatuh juga, lho, sekali. Untungnya (lagi) hanya jatuh di jalan menuju parkiran di sebuah kantor di daerah Simatupang. Walhasil footstep kanan masih bengkok kebelakang sedikit sampai sekarang :D. Menyenangkan sekali petualangan kami.


Begini penilaiannya soal diriku:

+ Enak di putaran atas (Azik),
+ Stabil,
+ Irit, tergantung cara bawa,
+ Body oke, tidak banyak bergetar, retak, ataupun pudar.
- Handling agak berat,
- Pancaran headlamp tidak terang dan fokus seperti motor lain,
- Kanvas rem relatif kurang awet (ah, itu ulah dia saja yang sering berakselerasi dan rem mendadak),
- Aki kurang oke (sudah 2 kali ganti),
- Ketika digunakan berboncengan, distribusi berat motor cenderung ke belakang, jadi handling nya terpengarhi. hihi


Segini saja dulu. beberapa hari lalu aku sempat di-servis-besar. Tunggulah anak itu yang menceritakannya sendiri. :-Y

** Aku sempat akan dinamai Jupiz. Nama yang aneh, kan? atau Nona mungkin punya nama lain yang lebih garang(?)